lemdiklat polri, akademi kepolisian
Situs Resmi Lemdiklat Polri
+6287725222512

WISUDA SARJANA DAN MAGISTER UNIVERSITAS BHAYANGJARA

Bertempat di Auditorium Universitas Bhayangkara, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Prof. Dr. Ryco Amelza Dahniel. M. Si mewakili Kapolri menghadiri wisuda Sarjana dan Magister ke-26 Universitas Bhayangkara Jakarta, Selasa (24/5/2022)

Wisuda Ubhara tahun ini mengusung tema "Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menghasilkan lulusan yang berwawasan kebangsaan serta berbasis sekuriti menuju Indonesia maju". Kegiatan ini diikuti oleh peserta sebanyak 555 yang hadir  langsung dan melalui virtual zoom meeting.

Dalam amanatnya Kalemdiklat Polri : mengucapkan selamat kepada seluruh keluarga besar sivitas akademika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya.  Atas pencapaian akademik dengan terselenggaranya wisuda para mahasiswa program sarjana dan pascasarjana magister yang ke-26. Serta kepada para mahasiswa yang telah selesai dan  lulus mengikuti pendidikan program sarjana S-1 dan pascasarjana S-2.

"Tema yang diangkat pada dies kali ini juga menjadi isu utama tantangan negeri ini yang perlu dipahami oleh para wisudawan. 
Setidaknya kita harus menghadapi dua tantangan parallel yang datang secara simultan dengan intensitas yang sama kuatnya. 
Pertama, tantangan eksternal atau global dalam bentuk demoktratisasi yang mengusung nilai-nilai universal, terutama freedom, yang perlu diterjemahkan dengan tepat melalui pendidikan
dan aktualisasi kehidupan sehari-hari sehingga tidak menggeser nilai-nilai kebangsaan yang merusak persatuan, kesatuan dan kecintaan kepada tanah air. Selanjutnya globalisasi dengan revolusi industri 4.0 yang menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang lebih kreatif dan inovatif. Digitalisasi, gabungan  pemanfaatan robotic, artificial intellegence dan online society harus diantisipasi dampak security dan prosperity-nya. Belum lagi pandemik covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun lebih, yang 
pada awalnya berdampak pada masalah kesehatan, kini berkembang pada masalah sosial dan ekonomi.
Kedua, berbagai tantangan internal dimulai letak geografis negara kepulauan dengan struktur demografi yang sangat heterogen, ketersediaan kekayaan alam yang melimpah, manipulasi demokrasi dalam ideologi dan politik, ketimpangan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan dalam ekonomi, keberagaman dalam sosial budaya, dan masalah-masalah sosial, terutama yang berkaitan dengan kesukubangsaan dan agama dalam keamanan, yang seluruhnya bila tidak dikelola dengan baik akan mengarah kepada konflik perpecahan anak bangsa dan balkanisasi".