lemdiklat polri, akademi kepolisian
Situs Resmi Lemdiklat Polri
+6287725222512

PENINGKATAN KEMAMPUAN DAN KETERPADUAN ANTARA PENEGAK HUKUM DENGAN PELATIHAN SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (SPPA) GELOMBANG I T.A. 2022

Semarang- Dalam rangka meningkatkan Pengetahuan dan Keterpaduan antar Aparat Penegak Hukum (APH) dan petugas instansi terkait dalam menangani Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), Bagprodiklat Robindiklat Lemdiklat Polri penyelenggaraan pelatihan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) gelombang I Tahun Anggaran 2022. Kegiatan ini dipimpin oleh Plt. Karo Bindiklat Brigjen Pol. Drs. Edison Sitorus, M.H. selanjutnya membuka secara resmi kegiatan pelatihan, didampingi oleh Kabag Bingadikwa Robindiklat Lemdiklat Polri Kombes Pol Hisar Siallagan, S.I.K. kegiatan ini di ikuti oleh 47 Peserta terdiri Polri 28 Peserta, Hakim 3 Peserta, Jaksa 4 Peserta, Bapas 4 Peserta, Peksos 4 Peserta, Peradi 4 Peserta. kegiatan Diklat teknis terpadu Sistem Peradilan Pidana Anak dilaksanakan selama 13 hari kerja pada tanggal 14 s.d. 26 Februari 2022 bertempat di Grand Candi Hotel Jl. Sisingamangaraja, Kota Semarang, Jawa Tengah. 

 

Dengan diadakannya kegiatan ini Polri merasa perlu turun tangan untuk secara sungguh-sungguh mempersiapkan dan membekali Aparat Penegak Hukum, agar memiliki Sensitifitas terhadap anak yang dilandasi pengetahuan dan keterampilan praktis dalam berinteraksi dengan anak dan memilih serta memutuskan opsi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan anak berhadapan dengan hukum. Di harapkan Peserta setelah mengikuti kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana semestinya menangani anak yang berhadapan dengan Hukum agar mereka tidak terjebak dalam lingkaran trauma yang dapat menghancurkan masa depan mereka. 

 

Ketika mereka berhadapan dengan Hukum, baik sebagai pelaku maupun korban, adalah suatu situasi yang sangat tidak sehat bagi tumbuh kembang anak, dikarnakan Proses Hukum akan menorehkan bekas yang berjejak dalam memori mereka, yang kelak akan mewarnai perilaku mereka di masa datang. hadirnya Polisi yang memiliki Perspektif ramah anak, tidak akan mampu berbuat Optimal manakala, Jaksa selaku penuntut umum, Pengacara, Pekerja sosial, Balai pemasarakatan, Hakim tidak memiliki pemhaman yang mumpuni dalam memberikan putusan terbaik bagi kepentingan tumbuh kembang anak.